(0)![]()
Analisis pertandingan antara Bodø/Glimt dan Sporting CP
Bodo/Glimt muncul sebagai salah satu kisah paling menarik di Champions League musim ini. Pada fase grup, wakil Norwegia tersebut tampil mengesankan dengan tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir, menahan imbang Dortmund sebelum mengalahkan Man City dan Atletico Madrid. Rangkaian hasil positif itu membawa klub dari Eropa Utara tersebut melaju ke babak play-off.
Performa gemilang Bodo/Glimt tidak berhenti sampai di situ. Mereka kembali membuat kejutan besar dengan menyingkirkan Inter dengan agregat 5-2 untuk melaju ke babak 16 besar. Setelah menang 3-1 di kandang mereka, Stadion Aspmyra, tim asuhan Kjetil Knutsen kembali mengejutkan publik dengan kemenangan 2-1 di Italia. Dengan hasil tersebut, Bodo/Glimt menjadi klub Norwegia pertama yang meraih empat kemenangan beruntun di Champions League dan juga untuk pertama kalinya lolos dari satu babak gugur di kompetisi bergengsi ini.
Namun, tantangan kali ini dipastikan akan jauh lebih berat. Sporting Lisbon berbeda dengan Inter yang sedang mengalami penurunan performa, karena mereka merupakan tim yang lebih stabil dan berpengalaman. Tim asuhan Rui Borges saat ini mencatatkan 12 pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi, dengan sembilan kemenangan di antaranya. Di fase grup Champions League, Sporting juga tampil impresif dengan mengalahkan PSG dan Athletic Bilbao, sehingga finis di delapan besar dan langsung lolos ke babak 16 besar.
Meskipun Aspmyra tetap menjadi benteng yang kuat bagi Bodo/Glimt — dengan 12 kemenangan dari 17 laga terakhir mereka di kompetisi Eropa — Sporting memiliki kualitas yang cukup untuk mematahkan rekor tersebut. Dengan skuad berpengalaman dan permainan yang disiplin, “Singa Lisbon” bisa menjadi penawar bagi fenomena bernama Bodo/Glimt.
