(+0.25)![]()
Analisis pertandingan antara Sevilla dan Atlético Madrid
Sevilla sedang menjalani periode penuh tekanan dalam perjuangan menghindari degradasi. Setelah 30 pertandingan, mereka baru mengumpulkan 31 poin, berada di posisi ke-17 dan hanya unggul 2 poin dari zona degradasi. Jarak yang sangat tipis ini membuat tim asal Andalusia selalu dalam kondisi berbahaya, karena satu kesalahan saja bisa membawa mereka ke situasi yang lebih sulit. Performa buruk—tiga kekalahan beruntun dan hanya satu kemenangan dari delapan laga terakhir—menunjukkan ketidakstabilan mereka.
Meski bermain di kandang, Ramón Sánchez Pizjuán tidak lagi menjadi benteng yang kuat bagi Sevilla. Mereka hanya meraih 16 poin dari 15 laga kandang, dengan 7 kali kekalahan. Ini merupakan salah satu catatan kandang terburuk di La Liga musim ini.
Di sisi lain, Atlético Madrid datang dengan situasi yang sangat berbeda. Tim asuhan Diego Simeone berada di posisi empat besar dengan keunggulan nyaman 12 poin dari peringkat kelima. Namun, La Liga bukan prioritas utama mereka saat ini karena masih bersaing di Liga Champions dan bersiap menghadapi final Copa del Rey.
Dalam rekor pertemuan, Atlético jauh lebih unggul setelah menang 3-0 di leg pertama dan hanya kalah sekali dari Sevilla dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Namun, keterlibatan di banyak kompetisi bisa memengaruhi rotasi dan intensitas permainan. Dengan Sevilla yang berjuang untuk bertahan dan Atlético yang harus mengatur fokus di berbagai ajang, laga ini diperkirakan berlangsung lebih ketat dan seimbang dari perkiraan.
