(+0.25)![]()
Analisis pertandingan antara Ukraine dan Sweden
Keberhasilan Ukraina mencapai babak play-off jelas merupakan pencapaian yang sangat patut diapresiasi jika melihat situasi khusus yang mereka hadapi sepanjang kampanye kualifikasi. Akibat dampak konflik dengan Rusia, tim ini hampir selalu harus bermain di venue netral dalam sebagian besar pertandingan, sesuatu yang tentu membawa banyak kerugian. Dalam kondisi seperti itu, kemampuan Ukraina untuk tetap bersaing menjadi bukti nyata dari mentalitas kuat dan semangat juang mereka yang patut diacungi jempol. Bahkan dua kekalahan yang mereka alami pun tidak layak terlalu disesalkan, karena lawan yang mengalahkan mereka adalah Prancis β salah satu tim nasional terkuat di dunia saat ini.
Berbanding terbalik dengan semangat juang Ukraina, Swedia justru menjadi salah satu kekecewaan terbesar di Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Setelah enam pertandingan, wakil Nordik itu gagal meraih satu pun kemenangan. Bukan hanya tumpul di lini depan dengan hanya mencetak empat gol, mereka juga menunjukkan banyak masalah di lini belakang setelah kebobolan hingga 12 kali. Angka-angka tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa Swedia sedang mengalami penurunan performa yang serius dan belum menemukan solusi atas krisis yang mereka hadapi.
Perubahan di kursi pelatih dengan penunjukan Graham Potter juga belum membawa sinyal positif seperti yang diharapkan. Dalam laga debut mantan pelatih Chelsea tersebut, Swedia langsung menelan kekalahan telak 1-4 dari Swiss. Hasil itu mencerminkan bahwa proses pembenahan tim ini masih membutuhkan banyak waktu, dan setidaknya untuk saat ini, pergantian pelatih belum mampu mengubah nasib mereka.
Dengan posisi yang lebih tinggi di ranking FIFA (peringkat 30 berbanding 42), serta performa yang lebih stabil dan meyakinkan sepanjang kualifikasi, Ukraina punya banyak alasan untuk percaya diri menatap kemenangan. Jika mampu bermain sesuai kemampuan terbaiknya, tim berjuluk Kuning-Biru itu sepenuhnya layak difavoritkan untuk mengalahkan Swedia yang masih terlihat belum solid meski baru saja berganti pelatih.
