(+0.25)![]()
Analisis pertandingan antara FC Midtjylland dan Nottingham Forest
Nottingham Forest menerapkan kebijakan pemotongan harga tiket secara besar-besaran demi menarik banyak penonton dan memenuhi tribun dalam laga leg pertama yang berlangsung di City Ground pekan lalu. Namun, harapan para pendukung tuan rumah langsung sirna ketika Forest harus menelan kekalahan 0-1 dari Midtjylland.
Setelah pertandingan, pelatih anyar Vitor Pereira bahkan mengeluhkan bahwa “bahkan hujan pun melawan” timnya, setelah Forest tampil sangat tidak efektif di depan gawang lawan. Meski menciptakan banyak peluang dan terus menekan, wakil Inggris tersebut tetap gagal mengubah kesempatan menjadi gol. Kebuntuan yang sama kembali terlihat dalam hasil imbang 0-0 melawan Fulham di Premier League akhir pekan lalu.
Ditunjuk bulan lalu untuk menggantikan Sean Dyche, Pereira sempat menjalani debut yang sangat menjanjikan dengan membawa Forest meraih kemenangan meyakinkan 3-0 di kandang Fenerbahce. Namun, hasil itu ternyata belum mampu menjadi titik balik bagi perjalanan tim. Sejak pertandingan tersebut, “The Tricky Trees” masih belum menemukan kembali konsistensi di bawah arahan pelatih asal Portugal itu, setelah melalui enam laga beruntun tanpa kemenangan di semua kompetisi, dengan catatan dua kali imbang dan empat kali kalah.
Di tengah ancaman degradasi di Premier League serta kemungkinan tersingkir lebih awal dari Europa League, Forest juga memperlihatkan masalah serius dalam penyelesaian akhir, khususnya saat bermain di kandang. Statistik menunjukkan mereka hanya mencetak satu gol dalam lima laga terakhir di City Ground di semua kompetisi, meskipun telah melepaskan total 99 tembakan. Meski begitu, satu-satunya sisi positif adalah performa tandang mereka yang masih memberikan harapan, karena Forest telah mencetak sembilan gol dalam lima laga tandang terakhir.
Faktanya, wakil Inggris itu memenangkan dua dari tiga laga tandang terakhir mereka di Europa League, dan jika ingin membalikkan keadaan serta mengamankan tiket ke perempat final, mereka harus mampu mengulang efektivitas tersebut saat bermain jauh dari kandang. Jika berhasil, itu akan menjadi pertama kalinya sejak musim Piala UEFA 1995/96 Forest menembus delapan besar kompetisi besar Eropa.
Sementara itu, Midtjylland juga memiliki catatan statistik yang cukup menarik. Dalam sejarah keikutsertaan mereka di kompetisi Eropa, mereka baru mencetak dua gol penentu di laga tandang setelah menit ke-80, dan menariknya, kedua momen tersebut terjadi saat menghadapi Nottingham Forest, termasuk gol pada menit ke-88 dalam kemenangan 3-2 pada fase liga bulan Oktober tahun lalu.
Midtjylland kini menjadi salah satu kejutan paling menonjol di Europa League musim ini. Wakil Denmark tersebut menutup fase liga dengan finis di posisi ketiga yang sangat impresif, dengan meraih tujuh kemenangan dari sembilan pertandingan. Berbekal keunggulan dari leg pertama, mereka kini berada dalam posisi yang sangat baik untuk pertama kalinya dalam sejarah lolos ke perempat final kompetisi antarklub Eropa.
