(+0.75)![]()
Analisis pertandingan antara Cagliari dan Como
Dalam sejarah partisipasinya di Serie A, pencapaian terbaik Como hanyalah finis di posisi keenam pada musim 1949/50. Menariknya, dari skuad Como pada masa itu, hingga hari ini hanya penyerang Carlo Dossi yang masih hidup, dan ia baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-100 pada 28 Januari lalu. Hal ini menunjukkan betapa besarnya antusiasme para pendukung klub dari tepi Danau Como tersebut melihat tim mereka kini sementara berada di posisi kelima klasemen.
Saat ini, Como hanya tertinggal tiga poin dari posisi keempat. Bagi sebuah klub yang selama bertahun-tahun bermain di divisi bawah, bahkan sempat berlaga di Serie D ketika skandal Calciopoli terjadi, berada begitu dekat dengan tiket Liga Champions terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan.
Banyak pujian diberikan kepada pelatih kepala Cesc Fabregas, namun kesuksesan Como juga merupakan hasil dari strategi yang jelas dan tegas dari manajemen klub. Itulah sebabnya, meskipun sempat menerima tawaran menarik dari Inter, Fabregas tetap memilih bertahan di Como untuk melanjutkan kisah dongeng klub dari wilayah Lombardy tersebut.
Di sisi lain, Cagliari saat ini unggul enam poin dari zona degradasi dan untuk sementara bisa dianggap berada dalam posisi yang cukup aman. Musim ini, tim asal Sardinia tersebut sering bermain keras saat menghadapi lawan yang seimbang demi meraih poin, tetapi cenderung kesulitan ketika menghadapi tim-tim besar. Statistik menunjukkan Cagliari telah kalah dalam lima dari enam pertandingan terakhir mereka melawan tim kuat Serie A seperti Roma, Juventus, Milan, Atalanta, dan Lazio.
Jika benar-benar ingin mewujudkan mimpi tampil di Liga Champions, Como harus mampu memanfaatkan peluang dengan meraih poin maksimal saat menghadapi tim seperti Cagliari.
